Posted on

Gejala, Komplikasi, dan Cara Mengobati Diabetes Mellitus Tipe 1

 

 

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa diabetes adalah suatu penyakit yang sifatnya jangka panjang dan kompleks. Kondisi ini harus diwaspadai sejak dini agar dapat melakukan pencegahan. Apabila sudah terlanjur mengalaminya, tindakan penanganan yang tepat sangatlah diperlukan. Untuk itu, cara mengobati diabetes mellitus tipe 1 harus dilakukan sesuai aturan medis.

Gejala Diabetes Mellitus Tipe 1

Salah satu penyakit jangka panjang ini sangat perlu diwaspadai dan jangan sampai menimbulkan komplikasi. Diabetes mellitus tipe 1 ini dapat ditandai dengan berbagai gejala, di antaranya adalah sering merasa haus dan lapar. Kondisi ini menyebabkan pola makan tidak terkontrol. Penderitanya juga bisa lebih sering buang air kecil, terutama di malam hari.

Penurunan berat badan dan daya fokus penglihatan juga menjadi gejala umum diabetes tipe 1 ini. Dengan kondisi ini, aktivitas akan terganggu dan tubuh terasa lemas juga mudah lelah. Gangguan mood juga dialami sebagai salah satu perubahan psikis yang dialami penderita diabetes tipe 1. Rasa mual dan muntah juga menjadi salah satu gangguan pencernaan yang dialami penderita. Tak hanya itu, luka yang dialami penderita juga lebih sulit sembuh. Untuk itu, diperlukan penanganan medis yang baik untuk mengatasi berbagai gejala ini.

READ  YUK KENALI CIRI-CIRI GULA DARAH TINGGI

Komplikasi Penderita Diabetes Mellitus Tipe 1

Berbagai gejala yang menjadi tanda seseorang mengalami diabetes tipe 1 ini memang harus dipahami dan diwaspadai. Segera setelah menyadari gejala tersebut, penderitanya pergi ke dokter untuk memeriksakan kondisinya agar diketahui secara pasti apakah benar-benar mengalami diabetes tipe 1 atau tidak. Dengan jalan ini, kondisi kesehatan segera diketahui lebih dini, sebelum mengalami komplikasi.

Cara mengobati diabetes mellitus tipe 1 juga akan lebih mudah dan efektif jika komplikasinya tidak terjadi. Bicara mengenai komplikasi, terdapat beberapa jenisnya yang harus Anda ketahui agar lebih serius dalam meminimalisasi kemungkinannya.

Komplikasi pertama yang sangat umum dialami adalah neuropati yaitu peningkatan gula darah yang merusak sel saraf, sehingga timbullah neuropati terutama pada kaki dan jari tangan yang menyebabkan hilangnya sensasi raba, suhu, dan nyeri. Dikutip dari honestdocs.id, gangguan ginjal juga termasuk jenis komplikasi diabetes tipe 1 berupa rusaknya pembuluh darah dan fungsi penyaringan di dalam ginjal. Hal ini memicu terjadinya ESRD (End Stage Renal Disease).

READ  Berikut beberapa tips pengobatan alami pada penyakit diabetes bagi sipenderita

Komplikasi berikutnya yang bisa dialami penderita adalah kerusakan mata yaitu di bagian retina, sehingga bisa menyebabkan kebutaan. Gangguan pada jantung dan pembuluh darah juga menjadi komplikasi kronis. Gagalnya pembentukan insulin yang memicu tingginya kadar gula darah akan menyebabkan jantunng koroner dan aterosklerosis atau penyempitan pembuluh darah di jantung. Pada kasus kehamilan, ibu hamil berisiko mengalami preeklamsia atau ketoasidosis.

Cara Mengobati Diabetes Mellitus Tipe 1

Berbagai gejala dan komplikasi diabetes tipe 1 di atas harus dipahami agar dapat meminimalisasi risikonya. Semua hal tersebut dapat diatasi dengan menerapkan cara mengobati diabetes mellitus tipe 1 yang tepat dan cepat. Setelah dinyatakan positif menderita diabetes tipe 1 lewat serangkaian tes diagnosis, dokter akan melakukan pengobatan kepada pasiennya.

READ  Simak berikut ini beberapa hal yang menjadi penyebab diabetes terjadi.

Cara mengobati pasien diabetes mellitus tipe 1 adalah dengan terapi insulin berupa penyuntikan hormon insulin dengan dosis yang sudah ditetapkan. Lebih dari itu, pemberian obat-obatan medis yang mendukung kesembuhan penderita juga diberikan sesuai kebutuhan. Upaya perawatan dengan penerapan pola hidup sehat juga sangat diperlukan. Penderita harus menghindari makanan yang kadar gulanya tinggi atau kalorinya tinggi. Pola istirahat dan olahraga juga harus teratur.

 

Sumber Artikel:

www.honestdocs.id

www.halodoc.com

 

Sumber Gambar:

doktersehat.com

www.deherba.com