Gejala Diabetes Tipe 1 dan 2 Beserta Upaya Pengobatannya

 

Diabetes merupakan jenis penyakit yang berlangsung lama atau kronis, kemudian ditandai dengan kadar gula (glukosa) dalam darah yang tinggi atau di atas nilai normal. Glukosa yang menumpuk pada darah tersebut disebabkan karena memang tidak diserap sel tubuh dengan baik, kemudian menyebabkan berbagai gangguan organ tubuh. Jika diabetes tersebut tidak dikontrol dengan baik, akan timbul berbagai gejala diabetes yang dapat membahayakan nyawa penderita. Jika sudah terjadi gejalanya, bagaimana cara mengobatinya? Simak penjelasan berikut ini.

Jenis Diabetes

Mengingat diabetes sebagai penyakit yang kronis dan berlangsung dalam jangka panjang, Anda harus memahaminya sejak dini agar dapat mencegah ataupun mengatasi jika punya riwayat atau memang sedang mengalaminya. Diabetes terjadi karena adanya peningkatan kadar gula darah sampai di atas batas normalnya. Mengenai jenisnya, diabetes dikategorikan menjadi dua yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2 dengan gejala diabetes yang sama.

Diabetes tipe 1 bisa terjadi karena sistem kekebalan tubuh menyerang dan menghancurkan sel pankreas yang memang memproduksi insulin. Kondisi ini menyebabkan terdapat peningkatan kadar gula darah atau glukosa, sehingga terjadilah kerusakan organ-organ tubuh. Diabetes tipe 1 ini dikenal dengan diabetes autoimun. Pemicunya masih belum diketahui secara pasti. Dugaan yang terkuat adalah disebabkan oleh faktor genetik penderita yang juga dipengaruhi oleh lingkungan.

READ  Apa Itu Diabetes Gestasional? Inilah Berbagai Info Pentingnya

Berbeda dengan diabetes tipe 2 yang memang lebih sering terjadi dan dialami oleh sebagian besar penderita. Dilansir dari alodokter.com, diabetes tipe 2 ini disebabkan oleh sel-sel tubuh yang kurag sensitif terhadap insulin, sehingga hormon insulin yang dihasilkan tidak bisa digunakan dengan baik. Sekitar 90-95% penderita diabetes di dunia ini menderita diabetes tipe 2 ini.

Gejala Diabetes Tipe 1 dan 2

Setelah mengetahui dan memahami setiap tipe diabetes, Anda juga perlu mengetahui bagaimana gejala diabetes. Meskipun keduanya berbeda penyebabnya, namun gejalanya terbilang sama. Beberapa gejala yang dialami penderita adalah sering merasakan haus, sering buang air kecil (terutama pada malam hari), sering merasa lapar, dan turunnya berat badan tanpa sebab yang jelas.

Massa otot juga berkurang dan ditemukan kandungan keton dalam urin. Keton adalah sisa dari proses pemecahan otot serta lemak karena tubuh tidak mampu lagi menggunakan gula sebagai sumber energinya. Pandangan penderita juga berangsur-angsur menjadi kabur dan sulit disembuhkan jika mengalami luka. Penderita juga sering mengalami infeksi, misalnya di area kulit, gusi, vagina, dan saluran kemih. Gejala diabetes berikutnya yang dialami penderita tentu saja tubuhnya menjadi lemas.

READ  Cara Efektif Mengatasi Diabetes Sebelum Berakhir pada Komplikasi

Selain gejala utama tersebut, terdapat gejala lain yang dirasakan. Beberapa gejala penyertanya adalah mulut kering, rasa terbakar, nyeri di kaki, dan kaku. Gatal-gatal juga timbul dan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Disfungsi ereksi atau impotensi juga menjadi gejalanya. Untuk penderita yang diabetesnya lebih parah, muncullah bercak-bercak berwarna hitam di area leher, ketiak, serta selangkangan, sebagai tanda terjadinya resistensi insulin.

Hipoglikemia reaktif juga terjadi yaitu hipoglikemia yang terjadi pada beberapa jam usai makan karena produksi insulin yang memang berlebihan. Gejala diabetes dari segi psikis juga terjadi karena penderita jadi lebih mudah tersinggung.

Upaya Pengobatan Diabetes

 

Agar penyakit diabetes yang dialami tidak semakin parah, seseorang diharapkan segera memeriksakan diri ke dokter setelah mengalami beberapa gejala diabetes di atas. Tes gula darah adalah pemeriksaan yang mutlak dilakukan dalam mendiagnosis diabetes tipe 1 atau tipe 2. Hasil pengukuran gula darah tersebut juga akan menunjukkan apakah seseorang menderita diabetes atau tidak. Dokter juga akan merekomendasikan pasien agar menjalani tes gula darah pada waktu tertentu menggunakan metode tertentu.

READ  Berikut ini ketahui beberapa faktor yang memiliki resiko diabetes dapat terjadi

Hasil tes gula darah ini akan diperiksa oleh dokter, kemudian diinformasikan kepada pasien. Jika pasien memang didiagnosis menderita diabetes, dokter merencanakan langkah-langkah pengobatan yang akan diberikan. Penderita diabetes tipe 1 akan diberikan terapi insulin untuk mengatur gula darah sehari-hari. Beberapa pasien diabetes tipe 2 juga disarankan untuk menjalankan terapi insulin demi mengatur gula darah. Insulin tambahan tersebut diberikan melalui suntikan, tidak dalam bentuk obat minum. Dokter tentu saja mengatur jenis serta dosis insulin yang digunakan, plus memberitahu cara menyuntiknya.

 

Sumber artikel:

www.halodoc.com

www.alodokter.com

www.cermati.com

 

Sumber gambar:

www.diabetes.co.uk

hellosehat.com