bingung cara mengobati diabetes yang terjadi, simak berikut ini

Berikut beberapa hal yang umumnya dianjurkan oleh beberapa dokter untuk dapat  mengendalikan gula darah yang terdapat pada sipenderita, agar mengobati diabetes dapat ditangani dengan mudah.

  • Terapi insulin

Perlu dipahami bahwa tidak semua penderita diabetes memerlukan terapi insulin. Biasanya, dokter akan menganjurkan pasien melakukan terapi ini jika obat diabetes belum begitu efektif untuk menurunkan gula darah. Terapi insulin bisa diberikan dalam jangka pendek, terutama ketika diabetesi sedang mengalami stres. Anda bisa menggunakan terapi insulin lewat suntikan, pena insulin, atau pompa insulin.

  • Olahraga

Selain mengatur pola makan dapat mengobati diabetes, kita juga sebaiknya melakukan olahraga secara teratur (3-4 kali seminggu selama kurang lebih 30 menit) dan perbanyak aktivitas fisik. Hal ini karena keduanya efektif untu membantu mengontrol kadar gula dalam darah Anda. Tak usah membuat target olahraga yang muluk-muluk. Melakukan berbagai aktivitas fisik intensitas ringan sampai sedang sudah cukup membantu mengendalikan gula darah Anda. Beberapa pilihan aktivitas fisik yang baik untuk para diabetesi (sebutan untuk orang dengan penyakit diabetes) adalah jalan kaki, berenang, bersepeda, lari, yoga, senam aerobik, dan lain sebagainya. Namun, sebelum dan sesusah berolahraga atau melakukan aktivitas fisik lainnya, pastikan Anda selalu cek gula darah, ya. Pastikan juga Anda rutin memeriksa kaki dan mata untuk mencegah komplikasi di masa mendatang.

  • Diet sehat
READ  Apa Itu Diabetes Gestasional? Inilah Berbagai Info Pentingnya

Tidak ada aturan khusus untuk diet bagi orang yang memiliki diabetes. Namun, dokter biasanya akan meminta Anda untuk lebih memerhatikan asupan makanan yang Anda konsumsi sehari-hari. Pastikan kalau makanan Anda mengandung nutrisi dan gizi seimbang yang meliputi karbohidrat, protein, lemak baik, serat, dan berbagai vitamin serta mineral. Dokter juga akan meminta Anda untuk menghindari makanan tinggi gula. Ingat, bukan menghilangkan sama sekali, tapi mengurangi asupan gula harian Anda. Anda bisa berkonsultasi ke ahli gizi untuk membantu menyusun menu diet sehat Anda.

  • Teratur minum obat

Jika kedua cara di atas tidak bekerja, dokter biasanya akan meresepkan obat diabetes untuk membantu mengendalikan kadar gula darah Anda. Dokter mungkin akan memberikan satu jenis obat saja atau memberikan kombinasi obat. Konsultasikan dengan dokter apa saja efek samping obat dan apa yang harus dilakukan bila efek samping muncul. Salah satu efek samping obat yang tersering adalah lemas akibat hipoglikemia (gula darah rendah). Untuk pertolongan pertama, minumlah teh manis hangat kemudian segera temui dokter.[1] “dilansir dari laman Halodoc” Diabetes melitus tipe 2, atau biasa kita kenal dengan sebutan diabetes melitus yang tidak tergantung pada insulin, merupakan suatu kondisi penyakit yang terjadi pada jangka panjang bahkan terjadi ketika tubuh tidak secara efektif menggunakan insulin. Pengidap diabetes tipe 2 memiliki kadar glukosa (gula) darah di atas normal akibat tubuh tidak efektif menggunakan insulin atau kekurangan insulin yang relatif dibandingkan kadar glukosa darah. ketahu berikut ini beberapa faktor risiko penyakit diabetes tipe 2 yang dapat kamu ketahui sebelum mengobati diabetes yang terjadi, antara lain:

  • Ras kulit hitam, Hispanik, Pribumi Amerika, dan Asia-Amerika, memiliki angka pengidap lebih tinggi dibandingkan dengan ras kulit putih.
  • Usia di atas 45 tahun, walaupun tidak menutup kemungkinan dapat terjadi sebelum usia 45 tahun.
  • Memiliki berat badan berlebih atau obesitas.
  • Distribusi lemak perut yang tinggi.
  • Gaya hidup tidak aktif dan jarang beraktivitas atau berolahraga.
  • Riwayat penyakit diabetes tipe 2 dalam keluarga.
  • Kondisi prediabetes, yaitu ketika kadar gula darah lebih tinggi dari normal, tapi tidak cukup tinggi untuk diklasifikasikan sebagai diabetes.
  • Riwayat diabetes saat hamil.
  • Wanita dengan sindrom ovarium polikistik, yang ditandai dengan menstruasi tidak teratur, pertumbuhan rambut berlebihan, dan obesitas.
READ  Gejala Diabetes Tipe 1 dan 2 Beserta Upaya Pengobatannya

 

Sumber: Sehatq.com

[1] Sumber referensi hellosehat.com