Berikut beberapa tips pengobatan alami pada penyakit diabetes bagi sipenderita

Diabetes melitus tipe 2 merupakan suatu kondisi yang bisa dirawat dan dijaga dengan melakukan perubahan gaya hidup. Pengobatan alami yang dapat dilakukan dirumah untuk membantu  mengatasi diabetes melitus tipe 2, antara lain seperti:

  • Jaga tingkat gula darah Anda normal dengan target gula darah puasa (GDP) <100 mg/dL dan gula darah 2 jam setelah makan (post prandial) <140 mg/dL.
  • Olahraga teratur dan diet sehat khusus diabetes.
  • Coba untuk memiliki berat badan normal dengan target indeks massa tubuh 18,5 atau kurang dari 23.
  • Pastikan makanan yang Anda konsumsi mengandung nutrisi seimbang yang meliputi serat, karbohidrat, protein, lemak baik, vitamin, dan mineral.
  • Hindari makanan yang tinggi gula, lemak, dan garam.
  • Jangan merokok dan kurangi minuman beralkohol.

Selain itu, pengobatan alami yang dapat dilakuan sepertihalnya perawatan kaki yang menjadi sangat penting pada penderita diabetes tersebut karena salah satu komplikasi yang sering terjadi adalah kaki yang baal atau mati rasa sehingga sering kali penderita diabetes tidak menyadari adanya luka pada kaki tersebut. Luka pada penderita diabetes perlu perhatian dan penanganan khusus, bila tidak segera ditangani dapat menyebabkan infeksi yang sering kali berujung pada amputasi, bahkan kematian. Berikut beberapa langkah untuk melakukan perawatan pada kaki yang bisa kita lakukan senidiri dirumah, seperti:

  • Sepatu tidak boleh terlalu sempit atau longgar. Jangan gunakan sepatu hak tinggi.
  • Bila ada kalus (kapalan) atau mata ikan, tipiskan secara teratur.
  • Jangan gunakan bantal atau botol berisi air panas atau batu untuk kaki. Kaki yang baal tidak bisa merasakan panas atau sakit sehingga bila terjadi luka bakar atau luka gores, kemungkinan besar Anda tidak menyadarinya.
  • Periksa alas kaki sebelum memakai. Apakah ada kerikil atau benda lain yang dapat menimbulkan luka.
  • Potong kuku secara teratur
  • Selalu mengenakan alas kaki, termasuk di pasir dan di air
  • Memeriksa kaki setiap hari secara rutin, misalnya setiap sebelum tidur, untuk melihat apakah ada kulit terkelupas, kemerahan, atau luka.
  • Menjaga kaki tetap bersih dan tidak basah. Bila kulit kering, gunakan pelembab, cara tersebut selain dapat menjaga kebersihan pada diri kita ternyata merupakan salah satu pengobatan alami yang dapat kita lakukan.[1]
READ  Ketahui ciri-ciri diabetes yang dapat terjadi.

“dilansir dari laman Hellosehat” ketahui beberapa penyebab diabetes tipe 2 biasanya adalah resistensi insulin, dimana ketika suatu kondisi yang terdapat pada sel-sel otot, hati, dan lemak tidak dapat menggunakan insulin dengan optimal. Akibatnya, tubuh tersebut  membutuhkan lebih banyak insulin supaya kadar glukosa dalam tubuh bisa tetap stabil. Pada akhirnya justru ada kebanyakan glukosa yang tidak dapat diserap oleh sel tubuh dan menngalir dalam darah. Saat gula tidak dapat memasuki sel-sel, kadar gula dalam darah meningkat tinggi. Jika kondisi ini dibiarkan terus-terusan dapat menyebabkan hiperglikemia. Kebutuhan insulin yang terus meningkat membuat sel beta pankreas bekerja lebih keras. Akibatnya sel beta pankreas justru tidak mampu merespons perubahan glukosa darah dalam tubuh dengan baik. Hal ini menyebabkan insulin tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya. Resistensi insulin sendiri  yang menjadi penyebab diabetes tersebut, dan dalam permasalahan ini bisa disebabkan oleh berbagai  hal, berikut beberapa faktor yang memiliki resiko diabetes terjadi:

  • Faktor genetik.Bila kakek, nenek, orangtua, atau saudara kandung Anda memiliki penyakit ini, Anda juga berisiko tinggi untuk mengelaminya juga.
  • Kelebihan berat badan atau obesitas. Peningkatan lemak membuat tubuh mengalami resistensi insulin sehingga kesulitan menggunakan insulin dengan benar.
READ  Berikut ini ketahui beberapa faktor yang memiliki resiko diabetes dapat terjadi

Diabetes tipe 2 merupakan suatu kondisi yang sepenuhnya belum dipahami oleh beberapa  para ahli. Pasalnya, sejumlah orang ternyata dapat berisiko tinggi mengalami diabetes tipe 2 dan sebagian lagi tidak.

 

Sumber: Merdeka.com

Sumber referensi Hellosehat.com